LAPORAN AKHIR CHARACTER BULDING : PANCASILA
Character Building Pancasila
“Peran
Pendidikan untuk Memajukan Bangsa”
Disusun Oleh:
1.
Ayu Safera (2101688795)
2.
Helen Purnama (2101671094)
3.
Jesica Caroline (2101686966)
4.
Ricky Jay Tanto (2101676920)
5.
Sofie Savira (2101700831)
6.
Teuku Ryzki
Muhammad (2101688990)
7.
Wahyu Aji Harwani (2101688990)
DAFTAR ISI
Daftar
isi...........................................................................................................
Bab I : Pedahuluan............................................................................................
A.
Latar
Belakang.....................................................................................
B.
Gambaran Umum.................................................................................
Bab
II : Konsep Dimensi………………………………………………………
A. Konsep
Pancasila……………………………………………………….
B. Konsep
Sila Kedua………………………………………………………
C. Konsep
Dimensi Kegiatan…………………………………...................
Bab III : Laporan
Kegiatan………………………………………………………
A. Persiapan
Kegiatan……………………………………………………..
B. Kegiatan………………………………………………………………..
Bab
IV : Refleksi Kelompok………………………………………………………….
Bab V
: Penutup…………………………………………………………………..
A. Kesimpulan………………………………………………………………
B. Daftar
Pustaka…………………………………………………………….
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Penanaman nilai
pancasila dalah suatu hal yang sangat penting dalam dunia pendidikan, sehingga
perlu mendapat tempat pertama di semua jenjang pendidikan. Salah satu
pendidikan yang sangat penting yaitu pendidikan anak usia dini, dimana
pendidikan itulah yang akan menjadi pondasi dasar bagi pendidikan anak
selanjutnya. Proses belajar mengajar mengacu pada sila ke-dua.
Sila ke-dua
Pancasila ini mengandung makna warga Negara Indonesia mengakui adanya manusia
yang bermartabat (bermartabat adalah manusia yang memiliki kedudukan, dan
derajat yang lebih tiinggi dan harus dipertahankan dengan kehidupan yang
layak), memperlakukan manusia secara adil dan beradab di mana manusia memiliki
daya cipta, rasa, karsa, niat dan keinginan sehingga jelas adanya perbedaan
antara manusia dan hewan.
Jadi sila kedua
ini menghendaki warga Negara untuk menghormati kedudukan setiap manusia dengan
kelebihan dan kekurangan masing-masing, setiap manusia berhak mempunyai
kehidupan yang layak dan bertindak jujur serta menggunakan norma sopan santun
dalam pergaulan sesama manusia.
Oleh karena itu
penerapan atau aplikasi pada sila ini dalam kehidupan sehari-hari yaitu salah
satunya dengan cara proses belajar mengajar pada suatu yayasan.
B. Gambaran
Umum
Pada kali ini, kami akan berbagi ilmu
pengetahuan kepada anak-anak Yayasan Humanisti yang bertujuan untuk membentuk
anak yang berkualitas, yaitu anak yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan
tingkat perkembangannya sehingga memiliki kesiapan yang optimal didalam
memasuki pendidikan dasar serta mengarungi kehidupan di masa dewasa, serta
untuk membantu menyiapkan anak mencapai kesiapan belajar (akademik) di sekolah.
Dan kami berharap mereka mengerti pentingnya ilmu pengetahuan.
BAB II
KONSEP DIMENSI
A.
Konsep Pancasila
Pancasila
merupakan salah satu dasar fundamental Negara Republik Indonesia. Dalam hal
ini, setiap hal yang berkaitan dengan negara Republik Indonesia seharusnya
ditetapkan dan diputuskan dengan memperhatikan nilai – nilai yang ada dalam
Pancasila.
Pancasila dapat
diartikan sebagai lima dasar yang dijadikan dasar negara serta pandangan hidup dapat
mengetahui dengan jelas kemana arah tujuan yang akan dicapai tanpa Pandangan
Hidup (Sonnie, 2013) . Dengan adanya Dasar Negara, suatu
bangsa tidak akan terombang ambing dalam menghadapi permasalahan baik yang dari
dalam maupun dari luar. Pengertian Pancasila secara Etimologis, Historis dan
Terminologis.
Secara etimologis
istilah 'pancasila' berasal dari sansekerta dari india (bahasa kasta brahmana).
Menurut muhammad yamin, dalam bahasa sansekerta perkataan 'pancasila' memiliki
dua macam arti secara leksikal yaitu: "panca" artinya
lima"syila" vokal i pendek artinya "batu sendi" alas atau
"dasar""syiila" vokal i panjang artinya "peraturan
tingkah laku yang baik, yang penting atau yang senonoh" (Dynash, n.d.) .
Sebagai seorang
warga negara Republik Indonesia, kita sudah sepantasnya mengetahui apa arti
pancasila sebagai dasar negara. Sayangnya, hingga saat ini (Tahun 2015), masih
banyak orang dewasa (bahkan yang duduk di pemerintahan) yang tidak memahami
sama sekali makna yang terkandung di dalam Pancasila yang kita gunakan sebagai
dasar negara kita.
B.
Konsep Sila Kedua
Sila kemanusiaan
yang adil dan beradab adalah sederetan kata yang merupakan suatu frase,
unsur inti sila tersebut adalah kata
kemansiaan yang terdiri atas kata dasar manusia berimbuhan ke-an. Makna kata
tersebut secara morfologis berarti “abstrak”
atau “hal”. Jadi kemanusiaan berarti kesesuaian dengan hakikat manusia (Saputri, 2014) . Arti kemanusiaan dalam
sila kedua mengandung makna: kesesuaian sifat – sifat dan keadaan negara dengan
hakikat (abstrak) manusia. Isi arti sila
– sila pancasila adalah suatu kesatuan bulat dan utuh. Oleh karena itu sila
kemanusiaan yang adil dan beradab adalah dijiwa dan didasari oleh sila ‘
Ketuhanan yang Maha Esa ’, dan mendasari sila Persatuan Indonesia karena persatuan
tersebut maka sila ‘ Kemausiaan yang adil dan beradab ’ senantiasa terkandung
didalamnya keempat sila yang lainnya. Maka sila kedua tersebut : Kemanusiaan
yang adil dan beradab yang Berketuhanan yang Maha Esa, berpersatuan Indonesia,
berkerakyatan yang dipmpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan /
perwakilan, serta berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Maka sila
kedua megandung cita – cita kemanusiaan yang lengkap yang bersumber pada
hakikat manusia. Adapun makna sila ke dua, antara lain:
a) Mengembangkan
sikap tenggang rasa
b) Saling
mencintai sesama manusia
c) Menjunjung
tinggi nilai kemanusiaan
d) Gemar
melakukan kegiatan kemanusiaan
e) Tidak
semena-mena terhadap orang lain
f) Berani
membela kebenaran dan keadilan
g) Mampu
melakukan yang baik demi kebenaran
h) Menjaga
kepercayaan orang
i)
Ramah dalam bermasyarakat
Sila ke-dua
Pancasila ini mengandung makna warga Negara Indonesia mengakui adanya manusia
yang bermartabat (bermartabat adalah manusia yang memiliki kedudukan, dan
derajat yang lebih tiinggi dan harus dipertahankan dengan kehidupan yang
layak), memperlakukan manusia secara adil dan beradab di mana manusia memiliki
daya cipta, rasa, karsa, niat dan keinginan sehingga jelas adanya perbedaan
antara manusia dan hewan.
Makna dari sila
ini diharapkan dapat mendorong seseorang untuk senantiasa menghormati harkat
dan martabat oranglain sebagai pribadi dan anggota masyarakat. Dengan sikap ini
diharapkan dapat menyadarkan bahwa dirinya merupakan makhluk sosial yang
mempunyai hak dan kewajiban yang sama. Atas dasar sikap perikemanusiaan ini,
maka bangsa Indonesia menghormati hak hidup bangsa lain menurut aspirasinya
masing-masing. Dan menolak segala bentuk penjajahan di muka bumi ini. Hal itu
dikarenakan berlawanan dengan nilai perikemanusiaan.
C.
Konsep Dimensi Kegiatan
Pendidikan secara
tidak langsung tercantum pada sila kedua. Hal ini lah yang menjadikan dasar
kami untuk mengajar di Yayasan Humanisti. Salah satunya berbahasa yaitu bahasa
inggris. Bahasa Inggris dalam pembelajaran sangatlah penting terutama dalam
usia dini karena anak tidak akan merasa asing dengan bahasa inggris, karena
sudah mempelajarinya sejak kecil, bahasa inggris tidak lagi menjadi momok yang
menakutkan. Bahkan bahasa inggris akan terasa lebih akrab karena mereka bisa
mendengarkannya setiap kali menonton film kartun anak dari channel luar negeri
dan anak yang menguasai bahasa inggris dinilai memiliki skill lebih yang
memudahkannya menjalani masa sekolah yang menyenangkan.
Solusi yang kami
lakukan dengan cara mengajar dan mengenalkan kepada mereka bagaimana berbahasa
inggris yang baik, serta memberikan mereka semangat bahwa mereka mampu untuk
bersaung dimanapun mereka berasa dan kami juga memberitahu kepada mereka bahwa
banyak orang-orang yang peduli kepada mereka.
BAB
III
LAPORAN KEGIATAN
a. Persiapan
kegiatan
Dalam persiapan
kegiatan ini, kelompok kami mengawali dengan melakukan survey tempat yang akan
kami jadikan tempat kegiatan sosial kelompok. Dalam melakukan survey tempat ini
tentunya kami singgah kebeberapa tempat yaitu panti asuh yang berada di Alam
Sutera, Gading Serpong, dan terakhir kami singgah di Yayasan Humanisti ini.
Sesaatnyq kami tiba di yayasan tersebut kami langsung bertemu dengan kepala
Yayasan Humanisti dan menjelaskan maksud kedatangan kami. Setelah itu, segala persyaratan
dan kententuan yang diberikan dari pihak yayasan kepada kami telah kelompok
kami sanggupi maka kami langsung menentukan jadwal pengajaran dan pelajaran apa
saja yang akan kami ajarkan kepada anak anak Humanisti.
Dalam
kegiatan pengajaran ini, kami memilih waktu pada hari senin tanggal 16-04-2018
dimana pada hari itu tentunya semua anggota kelompok dapat menghadiri kegiatan
sosial ini. Dalam kegiatan ini kami juga melakukan beberapa persiapan seperti
kelompok kami bersama sama mengumpulkan uang untuk membeli beberapa makanan
ringan seperti: susu, kue, coklat untuk dibagikan kepada anak anak Yayasan
Humanisti.
b. Kegiatan
Setibanya kami di
Yayasan Humanisti, kami langsung bertemu dengan kepala yayasan dan mendapatkan
pengarahan berupa materi apa saja yang akan kami ajarkan kepada anak anak, lalu
letak kelas yang akan kami gunakan dan terakhir kelompok kami harus memberi
nilai atas kemampuan masing masing anak terhadap setiap materi yang telah
diberikan kepadanya. Selama kegiatan ini pun dibagi kedalam beberapa jenjang
kelas yaitu pertama kita mengajar anak kelas 4 SD dilanjuti anak kelas 5 SD dan
terakhir anak kelas 6 SD. Tentunya dalam setiap jenjang kami mengajarkan anak-anak
Humanisti sesuai dengan materi dan kemampuannya.
![]() |
| Bertemu dengan kepala Yayasan Humanisti |
Selama kami melakukan kegiatan belajar
mengajar tidak jarang kami melakukan kegiatan tanya jawab lalu kami juga saling
berbagi mengenai masalah kesulitan anak anak dalam kegiatan mereka di
sekolahnya terutama pelajaran apa yang menurut mereka kurang untuk mereka
pahami. Dan kebanyakan dari mereka menjawab pelajaran bahasa inggris sangatlah
jarang mereka dapatkan yaitu hanya seminggu sekali saja dan itu pun jam
pengajarannya sangat terbatas maka dari itu, kebanyakan dari mereka sangat
kurang dalam pelajaran bahasa inggris. Kelompok kami juga tidak hanya melakukan
kegiatan belajar mengajar namun kami juga mengadakan games, tujuan dari kami
melakukan games ini agar anak anak tidak kaku dan dapat berbaur dengan kelompok
kami sehingga materi yang kami sampaikan kepada mereka dapat ditangkap dengan
baik. Selama games kami juga membagikan beberapa makanan ringan bagi anak anak
yang mampu menjawab beberapa pertanyaan dari kelompok kami.
| Tanya jawab dalam bahasa Inggris |
| Bermain Games tebak kata bahasa Inggris |
| Kegiatan belajar mengajar |
Setelah melakukan kegiatan belajar mengajar
kami juga berfoto bersama sama untuk menjadikannya sebuah kenang kenangan yang
pastinya tidak terlupakan dan menjadikan kita sebagai manusia yang peduli
dengan sesama kita. Karena tanpa adanya gerakan langsung seperti kegiatan
belajar mengajar di suatu yayasan kita tidak pernah tau bahwa ada banyak anak
anak Indonesia yang masih terbatas pengetahuannya dikarenakan oleh beberapa
hal.
Karena kegiatan ini juga, kelompok kami
belajar bahwa setiap manusia harus memiliki kedudukan yang adil baik di bidang
hukum, pendidikan, dan lain lainnya. Kita sebagai generasi muda juga harus bisa
membantu menciptakan cita cita bangsa yaitu menciptakan bangsa yang cerdas dan
beradab sehingga kita bisa bersaing di era globalisasi ini. Dalam pengajaran
ini kami juga berbagi kasih kepada anak anak Humanisti dengan cara memberikan
motivasi kepada anak anak bahwa pendidikan itu penting karena melalui
pendidikan kita menjadi suatu manusia yang memiliki martabat.
c. Anggaran
kegiatan
Dalam kegiatan ini, kelompok kami
mengeluarkan total biaya sekitar
Rp 300.000rb – Rp 400.000. Biaya untuk
transport yang kami keluarkan
Rp 150.000 biaya untuk makanan dan
minuman
Rp
250.000 untuk anak anak yayasan Humanisti
BAB IV
REFLEKSI KELOMPOK
Projek
yang kami lakukan dalam kegitan mengajar di Yayasan Humanisti ini sangat
bermanfaat bagi anak-anak di Yayasan Humanisti maupun bagi kami sendiri. Pada
saat itu, kami mengajarkan pelajaran Bahasa Inggris kepada mereka.
Masing-masing dari kami mengajar anak-anak yang berbeda dari sisi usia dan
kemampuan mereka. Kami mengajarkan mereka dengan membantu mereka untuk membaca
buku cerita anak-anak yang berbahsakan Inggris. Cara kami mengajar adalah
dengan membaca cerita tersebut bersama mereka pada awalnya. Lalu setelah itu,
mereka akan membaca cerita tersebut sendiri, di samping itu kami sebagai
pengajar tentunya memperhatikan dan memberitahu mereka jika terdapat kesalah
pengucapan dari kata tersebut.
Tak hanya latihan membaca yang kami berikan,
pengertian dari kata-kata tersebut juga kami ajarkan kepada mereka. Dalam
proses pengajaran ini, kami melakukan nya dengan santai dan ceria, sehingga
tidak membuat mereka bosan maupun tegang.Setelah itu, mereka juga mengingat
arti dan pembacaan dari cerita tersebut.Respon yang diberikan oleh mereka cukup
positif dan mereka juga semangat dalam kegiatan ini. Dari sikap responsif yang
mereka berikan, kami mejadi lebih semangat. Meskipun tidak semua dari murid
tersebut memiliki kemampuan yang sama, tapi kami berusaha untuk mereka mengerti
sebisa mungkin.
Di samping itu,
kami juga memberi tahu pembelajaran tentang pengetahuan umum yang bersangkutan
dengan cerita yang kami berikan. Anak-anak tersebut cukup aktif dalam kegiatan
games yang kami berikan setelah pembelajaran. Meskipun terdapat anak yang
sedikit malu-malu, namun mereka juga menjadi terbawa menjadi aktif karena
suasana yang kami ciptakan pada saat itu dan hadiah yang kami berikan. Tidak
hanya dari anak-anak saja, tetapi sambutan hangat dari Yayasan Humanisti juga
kami dapatkan pada saat itu. Para pengajar yang berada di sana sangat senang
akan kedatangan kami dan mereka memberi arahan yang cukup baik bagi kelompok
kami.
Mendapatkan hak dan kewajiban yang
sama merupakan bagian dari sila Pancasila. Maka karena itu, kami sebagai
generasi muda Bangsa Indonesia gemar dalam melakukan kegiatan social seperti
ini. Agar terciptanya peningkatan pendidikan di Indonesia. Berbagi ilmu dengan
sesama merupakan hal yang sangat menyenangkan dan berguna. Kami melakukan ini
dengan sepenuh hati dan bukan hanya karena alasan unutk menyelesaikan tugas,
karena, “Satu langkah kecil dalam melakukan
kebaikan akan berguna bagi masa depan bangsa.”
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kegiatan yang kami tanamkan bagi anak-anak bangsa ini
sangat penting untuk memajukan pendidikan di suatu bangsa. Hal-hal yang kami
tanamkan begitu bermanfaat bagi siswa/i yang kami ajarkan. Nilai pancasila pada
sila ke-2 yang diambil dari kegiatan ini pun terlihat jelas ketika mencintai
sesama. Kami melihat keakraban yang tertanam dalam diri siswa/i, terutama
ketika proses pengajaran berlangsung kami melihat bahwa anak-anak tersebut
saling mendorong untuk belajar. Kemauan dan semangat yang tinggi ada pada diri
anak-anak tersebut. Keramahan dalam diri
anak-anak tersebut juga menjunjung tinggi nilai kemanusiaan yang adil dan
beradab. Ramah merupakan suatu sikap yang positif yang harus dipelihara oleh
setiap anak-anak bangsa. Sebab, dengan berperilaku yang positif dapat
menjunjung nilai pancasila sesuai dengan sila ke-2.
Sikap tenggang rasa pun sangat diterapkan pada
anak-anak tersebut. Sikap tenggang rasa adalah
suatu sikap hidup
dalam ucapan, perbuatan, dan tingkah laku yang mencerminkan sikap menghargai dan menghormati
orang lain. Kita harus dapat bergaul dengan siapa saja, dimana saja, dan kapan
saja. Hal ini benar, tingkah laku yang sopan ketika belajar walaupun saat games
yang lelaki terkadang membuat keributan tetapi masih suatu hal yang wajar
karena masih tergolong anak kecil. Sikap menghargai pun diterapkan, tidak ada
satupun siswa/i yang berperilaku buruk ketika kami sedang dalam proses
pengajaran. Walaupun ada salah pengucapan kata bahasa inggris yang kami
ajarkan, anak-anak tersebut nurut dengan baik tanpa melawan.
Ketika
kami datang ke tempat pengajaran tersebut, kami disambut dengan baik, ramah, sopan.
Suatu respon baik yang kami dapati juga ketika kami sedang santai dan mengobrol
dengan anak-anak tersebut, hal ini membuat kami semangat. Hal ini juga termasuk
dalam menerapkan nilai pancasila, bahwa antar sesama harus saling menghargai.
Oleh sebab itu, pentingnya berperilaku baik dengan
memiliki sikap tenggang rasa, mencintai sesama dan juga saling menghargai antar
sesama.
B.
Daftar Pustaka
Sonnie, F. K. (2013, September 22). tiada hari
tanpa belajar, belajar dan belajar. Retrieved June 9, 2018, from Konsep,
Fungsi, Tujuan Pancasila dan UUD 1945:
http://kresinda.blogspot.com/2013/09/konsep-fungsi-tujuan-pancasila-dan-uud.html?m=1
Dynash, J. (n.d.). Sistem
Pemerintahan Indonesia. Retrieved June 7, 2018, from
Pancasila-Pengertian, Sejarah:
http://sistempemerintahan-indonesia.blogspot.com/2013/07/pancasila-sejarah-dasar-negara-pengertian-makna-lambang-nilai-ideologi.html?m=1
Saputri, D. H. (2014, August
2). H's. Retrieved June 7, 2018, from Sila Kedua: Kemanusiaan Yang
Adil dan Beradab:
http://duwihernas.blogspot.com/2014/08/sila-kedua-kemanusiaan-yang-adil-dan.html?m=1


Comments
Post a Comment